Tentang Resolusi dan Membaca Buku

Resolusi awal tahun. Terdengar cliche? Mungkin. Tapi bagi saya resolusi yag kita buat di akhir tahun untuk menyambut datangnya tahun baru adalah sebuah upaya menyemangati diri. Selain itu, tentu saja pengingat akan mimpi yang ingin dicapai.

Pertengahan Desember seperti saat ini, adalah saat yang paling tepat untuk menengok kembali apa resolusi kita untuk tahun ini. Jangan cuma ditengok, sekalian kita cek dan ukur. Seberapa banyak, jauh, efektif, resolusi tersebut tercapai.

Bagi saya sebuah resolusi tahun baru haruslah feasible untuk dikerjakan, sesuai kebutuhan kita, cukup detil untuk membantu kita melaksanakannya, dan cukup mudah untuk diingat agar kita tidak mudah terdistraksi dengan kehidupan yang kadang pahit dan berisik.

Resolusi saya pada 2019 cukup sederhana. Saya yang kala itu sedang getol mengkalibrasi diri, menemukan ada yang salah dalam keseharian saya di 2018. Salah satunya adalah, sering absennya buku dan bacaan, dalam keseharian saya. Maka beginilah resolusi saya:

“Tahun 2019 saya harus baca minimal 12 buku, minimal 1 buku sebulan, harus tamat, mencakup fiksi dan non-fiksi, serta berbahasa Indonesia dan Inggris!”

Kenapa resolusi saya berbunyi seperti di atas?

Saat sedang merapikan kamar akhir tahun lalu, salah satu yang ikit dirapikan adalah buku-buku yang saya beli beberapa waktu itu. Saya kaget! Ada banyak buku masih dalam keadaan rapi tersegel plastik! Belum lagi buku hasil pemberian atau hadiah, baik dari teman, kolega atau event yang saya datangi. Saya pun mulai mengingat-ngingat seraya menuliskan dalam notes di handphone saya, ternyata hanya empat judul buku yang saya tamatkan sepanjang tahun 2018! Tujuh bila dhitung dengan tiga buku lain yang baru saya baca beberapa halaman lalu tertinggalkan begitu saja dalam tumpukan berdebu.

Minggu ini, di Desember 2019, saya melihat kembali notes di handphone yang terus saya perbarui. Ada 13 buku baru yang tercatat sudah saya baca dengan tuntas! Sungguh sebuah pencapaian! Tiga kali lipat dari jumlah tahun sebelumnya.

Iya, saya tau 13 buku tentu saja masih sangat kecil jumlahnya bila dibandingkan dengan Mark Zuckerberg yang membaca satu buku tiap dua minggu sekali (sekitar 25 buku per tahun) atau Bill Gates yang membaca 50 buku dalam setahun! Tapi buat saya ini tetap saja sebuah pencapaian, sebuah bukti bahwa saya kembali ke lintasan yang benar. Dan, sebuah hal positif yang menunjukkan saya menyayangi diri sendiri.

Dalam proses perjalanan saya membaca tahun 2019, saya juga menemukan waktu paling tepat untuk saya melakukan ritual membaca! Pagi hari di waktu antara setelah mandi pagi dan sebelum berangkat bekerja ke kantor. Membaca di pagi hari membantu mata saya yang sudah mulai cepat lelah, Pun badan, jiwa, dan pikiran saya belum lelah oleh distraksi pekerjaan, serta kondisi emosial yang masih prima. Semua itu membuat saya menjadi lebih mudah menyerap banyak hal dengan membaca lebih cepat dan fokus.

Penasaran buku apa saja yang saya baca? Daftarnya mungkin sangat subyektif. Campur aduk antara buku psikologi populer, telaah sains dan sejarah serta arkologi, hingga novel petualangan anak-anak! Berikut daftarnya:

  1. Filosofi Teras oleh Henry Manampiring
  2. Sapiens: A Brief History of Humankind oleh Yuval Noah Harari
  3. Gardens in Java (Taman-taman di Jawa) oleh Denys Lombard
  4. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat oeh Mark Manson
  5. Nusa Jawa: Silang Budaya I – Batas-bat5as Pembaratan oleh Denys Lombard
  6. The Uninhabitable Earth oleh David Wallace-Wells
  7. Famous Five 1-3 (A 3 in 1 Bundle Edition) oleh Enid Blyton
  8. Aroma Karsa – Dee Lestari
  9. Urip Iku Urub oleh Peter Carey
  10. Mangir – Pramoedya Ananta Toer
  11. Hijrah Jangan Jauh-jauh, nanti Nyasar! oleh Kalis Mardiasih
  12. Homo Deus: A Brief History of Tomorrow oleh Yuval Noah Harari
  13. Kuasa Makna oleh Editor: Daud A. Tanudirjo
  14. (sedang dibaca) Artisan Brand Kenapa Begitu Penting oleh Handoko Hendroyono
  15. (sedang dibaca) Kalimantan Tempo Doeloe oleh Victor T. King

Nah sekarang, di Desember 2019 ini, mari kita pasang resolusi baru! Kira-kira apa sih resolusimu?

Leave a comment